lpbinu nganjuk

Keinginan masyarakat Desa Lengkonglor kec Ngluyu untuk meningkatkan kondisi wilayahnya cukup besar. Bersama TNI dan melalui pengusulan dari pemerintah Desa lengkonglor, sejak Kamis (8/2/2018) kemarin proses pembukaan akses jalan menuju desa losari kec gondang masih berlangsung hingga sudah mulai terlihat terbukanya jalan penghubung antar desa tersebut.

Minggu (11/2/2018) TNI yang dibantu Lembaga Penanggulangan Bencana dan perubahan iklim NU (LPBI-NU) Nganjuk dan masyarakat setempat bersatu padu kerja bakti dan gotong royong membuat akses menuju desa losari kec gondang.

Lokasi yang direncanakan berjarak 7 Km dengan lebar 6 meter ini akan menghubungkan Desa paling utara wilayah Nganjuk yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bojonegoro menuju Desa Losari kecamatan Gondang. Lengkong Lor merupakan salah satu desa yang infrastrukturnya belum memadai,ditambah akses mereka jika melakukan aktifitas ekonomi maupun interaksi dengan kecamatan lain bahkan pusat pemerintahan harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Komandan Koramil Kapten Inf. Suwanto mengatakan” jajarannya berinisiatif bersama melakukan karya bakti bersama warga desa dan elemen masyarakt LPBI NU Nganjuk untuk mempersiapkan program Pra TMMD lewat terwujudnya harapan besar masyarakat memliki akses jalan penghubung antar kecamatan yang lebih dekat dan mudah”. Ditambahkan, keinginan besar warga terlihat dari semngatnya mereka bergotong royong untuk hadir serta merelakan sedikit lahannya untuk kepentingan masyarakat.

Pihak LPBI NU Nganjuk yang menerjunkan puluhan relawannya masih setia mendampingi masyarakat lengkonglor terlihat bersama berbaur dengan warga. Ketua LPBI NU Nganjuk M Subhan saat ditemui dilokasi menyatakan “LPBI NU hadir tidak hanya saat terjadiny bencana,namun kami juga siap siaga membantu masyarakat yang membutuhkan dalam kegiatan seperti ini.

“Dengan terwujudnya akses jalan ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat lengkonglor yang selama ini tertinggal dibandingkan wilayah lain melalui kelancaran proses perdagangan dan peningkatan kegiatan perekonomian dengan wilayah lain.”imbuh Gus K-Ji,panggilan akrab di LPBI NU Nganjuk.

Pantauan wartajatim.com dilokasi dan informasi dengan warga setempat,mengungkapkan kondisi yang terjal dan area yang masih berbentuk hutan dibutuhkan sinergisitas antar elemen masyarakat yang tinggi. Mengingat akses jalan ini diharapkan bisa terwujud, terutama akses bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik mengingat pernah terjadi warga tidak tertolong mendapatkan penanganan kesehaatan karena harus menempuh jarak sangat jauh.

Salah satu warga, Purnomo menuturkan selama 4 hari ini jalan sepanjang 500 meter sudah mulai terlihat, direncanakan bulan depan persiapan program dari pemerintah dan TNI terhadap program ini akan semakin digalakkan mengingat pentingnya penghubung jalan ini bagi perekonomian masyarakt desa lengkonglor kecamatan Ngluyu.